CIBEUREUM KULON – Pemerintah Desa Cibeureum Kulon terus mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)/Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga mau diberdayakan. Sebagai langkah nyata, Desa telah memfasilitasi mereka dengan Kebun Demplot untuk belajar bercocok tanam serta program ternak Ayam Sentul guna meningkatkan kemandirian ekonomi.
Kepala Desa Cibeureum Kulon, Gun Gun Turganda, S.H., menegaskan bahwa bantuan sosial bukan sesuatu yang diberikan selamanya. Oleh karena itu, KPM harus memiliki semangat untuk berubah dan mau berpartisipasi dalam program pemberdayaan yang telah disiapkan.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya sekadar menerima bantuan tanpa ada keinginan untuk berkembang. KPM PKH/ BPNT harus mau diberdayakan agar mereka bisa mandiri dan tidak terus-menerus bergantung pada bantuan pemerintah,” ujar Gun Gun. “
Kebun Demplot: Belajar Bertani untuk Kemandirian Pangan
Kebun Demplot yang telah disiapkan menjadi sarana bagi KPM untuk mempelajari teknik bercocok tanam yang berkelanjutan. Dengan bimbingan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, nantinya para KPM PKH/BPNT akan diajarkan cara menanam sayuran, buah-buahan, serta teknik pemupukan organik dan pengelolaan lahan yang efisien.
Harapannya, dengan ilmu yang diperoleh dari kebun ini, para KPM bisa mulai bercocok tanam di pekarangan rumah masing-masing. Jika dikelola dengan baik, hasil panennya tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarga tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.
Ternak Ayam Sentul: Peluang Usaha yang Menjanjikan
Selain sektor pertanian, Pemerintah Desa juga memberikan fasilitasi bagi KPM untuk belajar beternak Ayam Sentul, yang dikenal sebagai ayam lokal unggulan dengan daya tahan tubuh kuat dan produksi telur yang baik. Melalui program ini, KPM diajarkan cara merawat ayam, mengelola pakan, serta strategi pemasaran hasil ternak agar dapat menjadi usaha yang berkelanjutan.
Pendamping Sosial Eti Khodijah, S.E. bersama Pemerintah Desa Cibeureum Kulon terus berupaya memberikan motivasi agar semua KPM terlibat aktif dalam program ini.
“Kami tidak ingin ada alasan bahwa mereka tidak punya kesempatan untuk maju. Fasilitas sudah disediakan, pendampingan ada, sekarang tinggal kemauan dari KPM itu sendiri. Jika mereka tetap pasif, maka akan sulit bagi mereka untuk keluar dari ketergantungan pada bantuan sosial,” tegas Gun Gun. “
Jangan sampai ada KPM PKH/ BPNT yang masih produktif enggan ikut serta dan jangan ada Pola pikir bahwa bantuan sosial adalah hak tanpa kewajiban untuk berkembang. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Cibeureum Kulon akan terus melakukan pendekatan, sosialisasi, dan edukasi agar kesadaran akan pentingnya kemandirian semakin tumbuh di kalangan KPM.
Pemerintah Desa menegaskan bahwa program bantuan sosial sifatnya sementara dan bertujuan untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan. Jika KPM tidak mau diberdayakan, maka mereka akan terus berada dalam lingkaran ketergantungan dan tidak mengalami peningkatan kesejahteraan.
“Ini kesempatan besar bagi KPM untuk belajar dan berkembang. Mereka harus menyadari bahwa bantuan sosial tidak akan diberikan seumur hidup. Yang bisa mengubah nasib mereka adalah usaha mereka sendiri. Pemerintah Desa siap memfasilitasi, tetapi kemauan harus datang dari mereka sendiri,” pungkas Gun Gun. “
Dengan adanya program Kebun Demplot dan ternak ayam Sentul ini, Pemerintah Desa Cibeureum Kulon berharap KPM PKH/BPNT dapat lebih aktif, produktif, dan mandiri dalam menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan. Sudah saatnya para penerima manfaat tidak hanya menunggu bantuan, tetapi bergerak maju untuk masa depan yang lebih baik. (HN.)